rumahnya risol kribo
  Depan arrow Blog arrow Bisnis Makanan arrow Mendingan nitip atau jual sendiri?
     
 
Depan
Blog
Produk
Testimonial
Kontak Kotak
Pemesanan
Mau...?
Syndicate

Jangan ketinggalan berita!
Masukkan alamat e-mail Anda:

Didukung oleh: FeedBurner

YouCMSAndBlog Module Generator Wizard Plugin
Visitors: 1295134
Search
Tempat titip pesan
Latest Message: 8 hours, 36 minutes ago
Buzz saya!

 
Advertisement

Mendingan nitip atau jual sendiri? PDF Print E-mail
(2 votes)
Ditulis oleh agung   
Monday, 07 January 2008
bisnis makanan

Awal tahun 2007, Ida masih ngajar di sebuah pre-school di daerah Muara Karang. Hampir setiap hari, dia berangkat ke tempat kerjanya naik KRL dari stasiun Cikini. Di sana ada seorang tukang kue yang keliatannya sih cukup laris. Tanpa toko / kios permanen, cuma dengan lemari kaca tempat memajang dagangannya.

"Hmmm.. lucu juga kali ya, kalo bisa nitip jualan risol barang 10 - 15 potong per hari ke tukang kue ini," pikir Ida. Maka dia kenalan sama sang ibu penjual kue, sambil nanya 'aturan main' yang berlaku kalo mau titip barang jualan.

Ibu penjual kue menyambut positif, tapi mengajukan syarat yang lumayan merepotkan: harga kue yang dititipkan harus sama dengan kue-kue dagangannya yang lain, plus mematok persentase margin sekian persen dari harga jual.

Ida dan gue mulai main hitung-hitungan untuk nyari harga produksi dan harga jual yang pas hingga akhirnya sampai pada kesimpulan...

mending nggak usah nitip aja deh.

 

Pertimbangannya sederhana aja: ini bukan posisi yang "win-win" karena di satu sisi si penjual kue bisa dibilang nggak menanggung resiko apapun (pembayaran di belakang hanya berdasarkan jumlah kue yang laku aja), margin 100% dijamin masuk ke tangannya tanpa resiko biaya apapun. Sedangkan kami sebagai produsen kue harus membayar ongkos produksi di depan, dan resiko barang nggak terjual. Plus margin yang terpaksa harus ditekan untuk mengikuti range harga.

Akhirnya kami memutuskan untuk nyoba jualan sendiri, dan... Alhamdulillah berhasil mencapai omzet yang jauh lebih gede dari cita-cita awal Ida yang cuma "10-15 potong per hari..!" Hikmahnya, untung juga si ibu penjual kue waktu itu kurang kooperatif... jadinya sekarang bisa bikin kotakkue.com deh.

Jadi, enaknya titip atau jual sendiri nih?

Berdasarkan pengalaman tadi, maka gue bisa menyimpulkan beberapa hal berkaitan kesepakatan jual makanan dengan cara 'nitip'.

  • Kalo pemilik toko menetapkan harga maksimal, boleh aja... asal lo juga boleh tentuin jumlah minimal per hari dan dibayar putus. Artinya, lo hanya berurusan dengan si pemilik toko, soal resiko dagangan sisa / nggak laku di akhir hari, ditanggung pemilik toko. Biasanya sih jarang ada toko yang setuju dengan perjanjian model gini, jadi lebih baik lo coba alternatif berikutnya yaitu:

  • Kita yang tentuin harga, pemilik toko terserah mau ambil margin berapa untuk dijual ke pembeli, sedangkan resiko barang nggak laku ditanggung elo (di akhir hari dagangan yang nggak laku lo ambil lagi). Perjanjian gini sebenernya paling lazim, dan buat si pemilik toko nggak ada ruginya sama sekali. Toh kalo nggak laku dia tinggal balikin ke produsen. Tapi, kalo pemilik toko masih nggak setuju juga dengan setting yang ini, maka...

  • ...tinggalin aja. Mending cari toko lain yang bisa dititipin, atau jualan sendiri sekalian.

Intinya, perjanjian nitip harus memberikan elo nilai tambah di margin atau volume. Boleh deh marginnya tipis, tapi volumenya gede. Atau volume boleh dikit, tapi marginnya gede. Kalo dua-duanya enggak dapet, ngapain nitip? Jual sendiri aja!

Comments
Add NewSearchRSS
Behind The Nitip :D
Yoseph Kebe (125.162.175.131) 2008-01-13 23:20:13
Kadang, nitip jual bukan soal berapa besar nominal margin yang mau didapat. Tujuan lain adalah promosi dan identifikasi pasar.
Kalo 2 tujuan itu menjadi concern, margin tipis bukan jadi masalah. Tinggal sekarang harus cermat dalam memilih toko untuk dititipkan dan juga jangan lupa di kemasan kudu ada alamat kontak dan tanggal kadaluarsa. Jadi konsumen percaya kalo yang buat kue itu jelas orangnya. Jadi kalo suka bisa ngorder langsung, termasuk kumplen karena kurang banyak. hehehehe.

Singkat contoh adlh Joger, awalnya buka banyak toko buat jualin kaosnya. Sekarang, setelah terkenal.. dia cuman buka satu toko yang dikerubutin orang yang seperti semut ketemu gula.

sukses !

Yos Kebe
re: Behind The Nitip :D
agung (Super Administrator) 2008-01-14 00:57:38
Yoseph Kebe wrote:
Kadang, nitip jual bukan soal berapa besar nominal margin yang mau didapat. Tujuan lain adalah promosi dan identifikasi pasar.
Kalo 2 tujuan itu menjadi concern, margin tipis bukan jadi masalah.

betul sekali... intinya, dalam nitip harus ada satu faktor yang diuntungkan, entah marginnya, atau sirkulasi / volumenya.

kalo dua-duanya nggak dapet, ya... ngapain... hehehe

terima kasih buat kunjungan dan orderannya
INGIN MULAI USAHA
ULFA NUSROH (125.164.254.230) 2008-12-11 15:45:51
sya ingin memulai usaha jual kue
kebetulan sya mengajar di SMP dan sekolah saya punya kantin
tiap hari melihat banyak orang yang nitip kue, saya jd ingin meniru jg tapi ini adalah hal pertama yang g pernah saya lakukan dlam hidup saya,jadi saya masi agak takut untuk memulainya
saya baru menikah 5 bl yang lalu dan kondisi keuangan kami g stabil karena saya dan suami hidup berjauhan
sebetulnya yang mendorong saya melakuka itu adalah suami dan mertua saya karena mereka memang darah pebisnis walopn kecil kecilan
kalo ibu mertua saya sudah punya tempat sendiri d kantin,da nasi soto.mi ayam,nasgor
saya jg ingn memulai usaha kue itu untuk menambah pemasukan keuangan kami
kebetulan suami juga lagi merintis usaha jual snack bkinan sendiri
tapi kami masih harus nitip makanan itu
gmn menurut tman tman?
re: INGIN MULAI USAHA
agung (Super Administrator) 2009-02-26 13:03:43
ULFA NUSROH wrote:

saya jg ingn memulai usaha kue itu untuk menambah pemasukan keuangan kami
kebetulan suami juga lagi merintis usaha jual snack bkinan sendiri
tapi kami masih harus nitip makanan itu
gmn menurut tman tman?

Untuk nitip, sebenernya nggak ada yang perlu dikhawatirkan karena modalnya sangat minimal - hanya untuk ongkos produksi makanannya aja. Bikin aja sedikit dulu, sehingga udah pasti habis terjual dalam sehari. Kalau ternyata digemari, baru pelan-pelan ditingkatkan. Jangan langsung berpikir makanan yang rumit-rumit. Bisa mulai dengan makanan sederhana yang murah meriah seperti misalnya tahu isi atau lontong.
nitip jual box
may rani (114.59.5.123) 2009-04-02 13:57:29
aku pengen usaha tempat aku bekerja ini bisa berkembang dan aku harap dimulai dari hal kecil dengan menjual box kita di semua tempat yang ramai dikunjungi.. kalo ada tempat buat kita bisa konsinyasi,, diharapkan sekali untuk partisipasinya.. Thank u ya..[color=red]
Write comment
Name:
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

Update terakhir ( Monday, 07 January 2008 )
 
< Prev   Next >


Posting Terbaru
Posting terkait
bukannya congkak, bukannya sombong...
bukannya congkak, bukannya sombong - tapi sejujurnya kapasitas produksi kotakkue.com masih sangat terbatas. Itulah sebabnya, dengan sangat menyesal kami beberapa kali menolak pesanan dari para langganan. Untuk memastikan, kami sarankan Anda melakukan pemesanan sejak jauh-jauh hari aja ya...
 
 
Kotakkue.com  
 
© 2012 Kotakkue.com
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.